pernikahan yang berbahagia

Pernikahan Yang Bahagia

Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, Ibu Yesus berkata kepada-Nya : Mereka kehabisan anggur. Yohanes 2:1-3 (TB)

PERNIKAHAN merupakan pengalaman hidup yang istimewa.

Mereka yang datang ke pesta pernikahan selalu mengucapkan : “Semoga kedua mempelai hidup bahagia.”

Pernikahan yang bahagia, rukun dan langgeng, adalah idaman para suami-istri. Tetapi fakta menunjukkan begitu banyak pernikahan berakhir tragis, persengketaan, perselingkuhan, pisah hidup dan perceraian.

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia ; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka. Kejadian 1:26-27 (TB)

Perkawinan adalah lembaga yang didirikan oleh Tuhan. Sebab Dia-lah yang menciptakan pasangan Adam – Hawa, menyatukannya, dan memberkatinya. Karena itu, institusi nikah harus selalu dekat dengan Tuhan, agar apabila ada keretakan dan kerapuhan, Tuhan dapat melekatkannya kembali.

Baca Juga :   Hak Kesulungan Menurut Alkitab

Mujizat pertama yang dilakukan Yesus ketika melayani di dunia ini, ialah keajaiban transformasi dalam pesta perkawinan. Pesta itu kekurangan anggur bahkan kehabisan.

Dalam Alkitab, anggur adalah metafora untuk kasih dan sukacita (Kidung Agung 1:2, Yesaya 24:11).

Hidup nikah tidak dapat terlepas dari fenomena ini ; kehabisan kemesraan, kekurangan kasih. Tetapi Tuhan berkuasa memulihkan.

Hidup suami-istri berpotensi mengalami kekurangan sukacita, cinta-kasih dan damai sejahtera yang disebabkan oleh banyak hal. Namun, kalau pasangan suami-istri rajin beribadah, mentaati Firman Tuhan dan selalu berdoa, maka Yesus akan selalu berkuasa mengubah situasi dan keadaan.

Seperti Yesus berkuasa mengubah air biasa menjadi air anggur, Dia juga sanggup mentransformasi keadaan pernikahan yang sudah serba minus menjadi plus, sehingga kita mempunyai pernikahan yang bahagia.

‘Bapa, Engkau tahu bahwa aku lemah. Engkau menciptakan aku
dengan keterbatasan agar aku dapat bergantung pada-Mu. Di samping itu
aku juga tidak sempurna dan kurang dapat mengasihi. Aku ingin
mengklaim bahwa pernikahanku dapat diperbaiki dan diperbaharui. Aku
akan melakukan segalanya untuk dapat memperbaikinya. Tapi aku tidak
dapat melakukannya dengan kekuatanku sendiri. Bantu aku dengan
RohMu agar aku dapat merubah diriku. Kuatkan keinginanku untuk
melakukan yang baik bagi suami/isteriku. Beri aku semangat, cinta,
kesabaran, dan hikmat untuk dapat melakukan yang terbaik demi
terjadinya sebuah pemulihan. Amin’

Tuhan Yesus memberkati!

Anda Juga Mungkin Suka Ini

Tinggalkan Balasan