menurunkan-berat-badan-dengan-diet-kalori

Menurunkan Berat Badan Dengan Cara Defisit Kalori

Berat badan dan perut buncit masih menjadi persoalan banyak orang.

Salahsatu cara terbaik untuk menurunkan berat badan dan mengecilkan perut buncit adalah dengan cara defisit kalori atau mengurangi kalori.

Menurut The Doctor’s Diet, inilah tips masuk dalam defisit kalori untuk menurunkan berat badan dan mengecilkan perut buncit ;

1. Mengunyah lebih pelan.

Mungkin anda berpikir, apa hubungannya mengunyah dengan menurunkan berat badan dan mengecilkan perut buncit. Alasannya, proses pencernaan sebenarnya sudah dimulai dari mulut dengan enzim amilase dan juga proses mengunyah.

Dengan mengunyah lebih baik atau dengan meningkatkan frekuensi mengunyah, maka kita akan membuat makanan tersebut lebih mudah dicerna. Sehingga nutrisi yang terkandung dalam makanan tersebut akan terserap dengan lebih baik.

Selain itu, dengan mengunyah lebih pelan maka kita akan lebih menikmati makanan tersebut dan akan lebih mudah kenyang. Sehingga kita tidak tergiur untuk makan lebih banyak.

Bandingkan jika kita makan dengan cepat, dengan rakus, maka biasanya kita akan makan jauh lebih banyak. Makan lebih banyak berarti kalori lebih banyak masuk ke dalam tubuh.

Sebagian besar orang mempunyai kebiasaan makan cepat. Namun belajarlah untuk menguyah lebih pelan.
Untuk membangun kebiasaan mengunyah lebih pelan, setiap suapan pastikan waktunya sekitar 20-30 detik.

2. Memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan dalam sehari.

Ukuran ‘banyak’ di sini sebenarnya relatif. Ada orang makan satu genggam sayur satu hari sudah merasa banyak banget. Tetapi ada juga orang yang makan lima genggam sayur dalam satu hari baru terasa cukup.

Baca Juga :   Begini Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami Bagi Wanita dan Pria

Jika kita menggunakan patokan Kemenkes RI dengan “Isi Piringku”, maka setiap kali kita makan besar, dalam satu piring 2/6-nya itu harus diisi dengan sayuran dan 1/6 sisanya diisi dengan buah-buahan. Dengan cara ini diharapkan kita bisa mencukupi kebutuhan mikronutrients dan juga serat harian kita.

Namun selain itu, dengan meningkatkan asupan sayuran dan buah-buahan, sebenarnya kita membantu tubuh kita untuk lebih mudah merasa kenyang. Terutama sayuran, karena kalorinya sangat kecil tapi volumenya besar.

Volume sayur yang besar dapat membantu meregangkan lambung kita. Dan dengan merenggangnya lambung maka akan mengirimkan sinyal-sinyal rasa kenyang ke otak kita. Karena kita merasa kenyang maka kita akan lebih mudah mengontrol nafsu makan. Hal ini akan membantu kita terhindar dari kegemukan dan perut buncit.

3. Mengurangi minuman manis.

Perhatikan, ini adalah mengurangi manisan bukan berhenti sama sekali. Sehingga Anda membangun kebiasaan ini buka hanya satu atau dua bulan saja tetapi seumur hidup.

Sebenarnya tidak ada hal jahat dalam minuman manis. Hanya perlu keseimbangan kalori.

Minuman manis itu biasanya mengandung kadar gula yang tinggi. Jadi dengan mengurangi minuman manis ini sama dengan mengurangi kalori ke dalam tubuh kita.

Minuman manis itu mengandung gula yang cukup tinggi. Gula itu adalah kebalikan dari sayuran. Sayuran itu kalorinya rendah tapi nilai nutrisinya tinggi dan volumenya juga tinggi. Sedangkan gula itu nilai kalorinya tinggi tapi tidak memberikan nilai nutrisi yang berarti.

Baca Juga :   Kenapa Orang Stres Gampang Gemuk?

Satu kaleng softdrink ukuran 350 ml mengandung 140 kkl (kilo kalori) dengan jumlah gula di dalamnya sekitar 39 gram. Bandingkan dengan buah apel ukuran besar, itu hanya memberikan 110 kkl dengan jumlah gula sekitar 22 gram dan mengandung serat sekiar 5 gram dan belum lagi vitamin yang terkandung dalam buah apel tersebut.
Selisih kalori softdrink dan buah apel memang sedikit, hanya sekitar 30 kl, tetapi selisih yang sedikit itu lama-lama bisa membuat perut buncit.

Nah, bukan berarti kita tidak boleh sama sekali minum minuman manis. Boleh minum tetapi dengan jumlah dan frekuensi yang lebih diatur atau jarang. Misalnya dua kali seminggu.

4. Meningkatkan asupan protein harian.

Meningkatkan jumlah protein berkaitan dengan mengatur berat badan, dan itu membantu kita dalam menjaga atau bahkan meningkatkan massa otot.

Tetapi ingat, bukan cuman dengan makan protein banyak namun harus tetap melakukan latihan beban. Kalau hanya makan protein banyak tetapi tidak latihan beban maka ototnya tidak akan bisa besar.

Kita tidak bisa menghilangkan massa lemak di bagian tubuh tertentu tetapi kita bisa meningkatkan massa otot di bagian tubuh tertentu.

Misalnya kalau kita melakukan latihan otot perut maka itu akan membuat otot perut menjadi lebih besar, lebih devine. Dan jika dikombinasikan dengan defisit kalori untuk mengikis lemak maka suatu hari nanti sixpack-nya pasti akan terlihat.

Baca Juga :   Inilah Cara Mengatur Gula Darah Penderita Diabetes Tetap Stabil

Selain itu, protein juga sangat mengenyangkan. Bandingkan misalnya makan dada ayam 200 gram sama satu bungkus mie instan plus satu centong nasi putih. Pasti belum menyelesaikan 100 gram dada ayam sudah pasti eneg, terasa kenyang. Padahal menghabiskan satu bungkus mie instan dengan satu centong nasi putih belum begitu terlalu kenyang. Kenapa? Sebab daging ayam mengandung banyak protein sedangkan mi instan dan nasi putih mengandung lebih banyak karbohidrat.

5. Melakukan semuanya secara konsisten.

Banyak orang menginginkan hasil yang drastis, cepat. Namun tidak ada hasil yang baik yang datang dengan mudah, semuanya butuh usaha.

Kalau anda mengecilkan perut buncit secara cepat, secara drastis, anda pasti tidak akan memiliki kedisiplinan untuk menjaga bentuk tubuh tersebut.

Bangunlah kebiasaan-kebiasaan baik di atas, bukan hanya satu minggu atau satu bulan atau satu tahun tetapi sampai selama-lamanya. Sebab anda tentu tidak mau langsing atau mempunyai tubuh ideal hanya satu bulan atau satu tahun tetapi seumur hidup.

Bangunlah kebiasaan yang baik, jangan hanya mengejar jarum timbangan.

Salam sehat!

Anda Juga Mungkin Suka Ini

Tinggalkan Balasan